batampos– Joget dangkong asal Karimun, sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda tingkat Nasional pada tahun 2015 silam dengan nomor penetapan 201500181. Karya seni budaya yang dijaga kelestariannya oleh almarhum Abdullah atau sering disebut Long Dolah asal pulau Moro, menjadi bukti sejarah kesenian melayu yang harus terus dilestarikan.
“Maestronya sudah tiada, namun warisan seninya tetap dilestarikan kepada generasi muda yang hingga tingkat nasional maupun international. Dan, sekarang dilanjutkan oleh Mak Mayang,” terang kasi kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karimun Titin kepada Batam Pos, Senin (11/8).
Kesenian Dangkong sendiri, sudah tidak asing bagi masyarakat di Kepri maupun di negara serumpun, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Perpaduan tarian khas melayu dengan lagu-lagu dan musik dangkong cukup menarik perhatian para wisatawan manca negara maupun lokal ketika tampil, seperti lagu, Joget Mak Mayang, Nona Singapura, Raja Doli dan Baju Hitam.
BACA JUGA: PBC Hadirkan Festival Lenggok Cinta Melayu: Padukan Cinta, Budaya, dan Rasa di KulFest 2025
” Terakhir tapi di acara Betandak Dangkong tahun 2024 yang dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV Riau-Kepri bekerjasama dengan komunitas Sanggar Angsana Dance,” ungkapnya.
Masih kata Titin lagi, tarian dangkong sudah ratusan kali tampil dengan regenerasi anak-anak muda yang silih berganti tampil membawakan tarian khas Kabupaten Karimun. Sehingga, dapat memberikan edukasi kepada generasi muda untuk tetap mencintai kesenian daerah seperti Kesenian Dangkong.
” Warisan budaya ini harus terus dilestarikan kepada generasi muda, melalui sangar seni budaya yang ada di Karimun,” ucapnya.
Sementara itu Koreografer Sanggar Angsana Dance Sinta Trilia Rossa sebagai wadah melestarikan tarian dangkong terus berupaya mengajak generasi muda untuk belajar tarian dangkong yang tidak mudah. Sebab, gerakan dan lagu harus seirama, serta tampilan busana juga sangat penting.
Dangkong menjadi warisan penting di nusantara, terbukti pada tanggal 26 Juli 2025 yang lalu, Tarian Joget Dangkong telah diminta perform oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 17 (BPKW 17) Sulawesi Utara- Gorontalo di acara Rumpun Tari Dana-Dana Nusantara di Gorontalo, dimana koreografer Sinta diminta terlebih dahulu memberikan workshop dangkong disana, dan pada akhirnya kesenian dangkong ditampilkan oleh penari dari Gorontalo.
“Durasi waktu juga sangat penting, jadi saat tampil dapat memberikan kesan mendalam kepada penonton. Alhamdulillah, Kesenian Dangkong sudah melanglangbuana ditingkat nasional maupun international,” ucapnya.(*)
Reporter: Tri Haryono
Artikel Joget Dangkong Asal Karimun Jadi Warisan Budaya Nasional pertama kali tampil pada Kepri.
Artikel Joget Dangkong Asal Karimun Jadi Warisan Budaya Nasional pertama kali tayang di batampos.co.id.