
batampos – Krisis air bersih yang telah berlangsung lebih dari 100 hari di Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, kembali menghadapi tantangan baru. Distribusi air bersih menggunakan mobil tangki yang selama ini menjadi andalan warga dilaporkan mengalami keterlambatan akibat kendala pasokan bahan bakar solar yang dialami sebagian armada pengangkut air.
Kondisi tersebut menyebabkan jumlah air yang diterima masyarakat dalam beberapa hari terakhir berkurang dibandingkan kebutuhan normal. Warga yang selama ini mengandalkan distribusi air tangki mulai merasakan dampak berkurangnya frekuensi pengiriman ke sejumlah wilayah permukiman.
Ketua RW 08 Kelurahan Tanjung Sengkuang, Arofah, mengatakan distribusi air memang tidak berhenti total. Namun, jumlah tangki yang datang tidak lagi sesuai dengan kebutuhan yang diajukan masyarakat setiap harinya.
“Macet total sih tidak. Tapi memang pasokannya agak kurang. Biasanya dari sekitar 16 permintaan yang diajukan, yang datang hanya sekitar 10 tangki,” ujar Arofah.
Menurutnya, para sopir mobil tangki mengaku mengalami kesulitan mendapatkan solar dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, waktu distribusi menjadi lebih lama karena armada harus mengantre untuk memperoleh bahan bakar.
“Kata sopir beberapa hari ini memang solar susah didapat. Mereka harus antre panjang. Tadi pagi saya hubungi lagi, jawabannya masih antre solar. Jadi memang distribusi agak tersendat,” katanya.
Meski demikian, Kapolsek Batu Ampar Kompol Amru Abdullah menegaskan kendala tersebut hanya dialami armada milik vendor yang membantu distribusi air bersih. Sementara armada milik ABH sebagai pengelola distribusi air masih beroperasi normal dan tidak mengalami hambatan pasokan BBM.
“Kendala BBM ini hanya pada mobil tangki dari vendor. Untuk mobil tangki ABH masih lancar. Memang ada ketersendatan jumlah pasokan tangki, tetapi secara umum kebutuhan air masyarakat masih ter-cover,” kata Amru Abdullah.
Ia menjelaskan, keterlibatan vendor dilakukan karena armada milik ABH tidak mencukupi untuk melayani seluruh wilayah terdampak krisis air. Oleh sebab itu, tambahan armada dari pihak ketiga digunakan untuk memperkuat distribusi ke permukiman warga.
“ABH selaku pengelola air bersih memang kekurangan armada mobil tangki, sehingga dibantu oleh vendor. Nah, yang mengalami kesulitan BBM ini adalah armada vendor tersebut. Namun kami terus melakukan pemantauan terhadap pendistribusian air di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, warga berharap persoalan distribusi darurat ini tidak berlangsung terlalu lama. Hasmi, salah seorang warga Tanjung Sengkuang, mengatakan masyarakat lebih membutuhkan solusi permanen berupa normalisasi aliran air melalui jaringan pipa daripada terus bergantung pada distribusi mobil tangki.
“Kami berharap masalah ini segera diatasi. Air bisa kembali mengalir melalui pipa seperti di kawasan lain, sehingga masyarakat tidak lagi menunggu mobil tangki setiap hari,” katanya.
Memasuki lebih dari 100 hari krisis air bersih, warga Tanjung Sengkuang kini tidak hanya menghadapi keterbatasan pasokan air, tetapi juga kendala distribusi akibat berkurangnya armada yang beroperasi. Di tengah kondisi tersebut, harapan masyarakat tetap tertuju pada percepatan solusi permanen agar kebutuhan air bersih dapat kembali terpenuhi secara normal dan berkelanjutan.(*)
Artikel Pengiriman Air Bersih dengan Tangki Air Tersendat karena Armada Kesulitan Mendapatkan Solar pertama kali tampil pada Metropolis.
Artikel Pengiriman Air Bersih dengan Tangki Air Tersendat karena Armada Kesulitan Mendapatkan Solar pertama kali tayang di batampos.co.id.