batampos – Sebanyak 45 orang di Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, menjalani pemeriksaan atau screening HIV/AIDS oleh tim gabungan Satpol PP dan Puskesmas Tarempa.
Pemeriksaan dilakukan setelah puluhan orang tersebut terjaring dalam razia tempat hiburan malam (THM) dan kos-kosan yang diduga menjadi lokasi aktivitas berisiko.
Dari total 45 orang yang diperiksa, 13 orang merupakan pengunjung THM dan 13 orang lainnya adalah wanita pemandu lagu atau Lady Companion (LC). Sementara sisanya merupakan individu yang ditemukan berada di sekitar lokasi karaoke serta tempat tinggal LC saat operasi penertiban berlangsung.
Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Anambas, Barry Narwan, mengatakan seluruhnya diamankan dalam razia yang digelar di sejumlah tempat karaoke di wilayah Tarempa.
“Mereka sebelumnya terjaring razia di tempat karaoke (THM), dan ada juga LC yang kita amankan di kos-kosan,” ujar Barry kepada Batam Pos, Jumat (26/12).
Barry menjelaskan, screening HIV/AIDS tersebut bertujuan untuk mengetahui potensi penyebaran virus berbahaya yang berkaitan dengan penyakit menular seksual, terutama di lingkungan dengan aktivitas berisiko tinggi.
“Tempat hiburan malam memiliki tingkat kerawanan penularan yang tinggi, sehingga perlu dilakukan pengawasan kesehatan secara rutin,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan screening, Satpol PP menggandeng tim medis dari Puskesmas Tarempa. Namun hingga kini, hasil pemeriksaan belum diterima pihaknya.
“Untuk hasilnya, belum kita terima,” kata Barry.
Selain di Pulau Siantan, kegiatan serupa juga dilakukan di Pulau Matak. Petugas menyisir LC yang bekerja di tiga kafe dan langsung melakukan pemeriksaan kesehatan di lokasi.
“Untuk hasil yang di Matak, semuanya negatif. Namun pemantauan tetap kita lakukan secara berkala,” ungkap Barry.
Ia menambahkan, LC di Pulau Matak berada di bawah koordinasi seorang mami yang mengatur aktivitas dan tempat kerja mereka. Kondisi ini berbeda dengan di Pulau Siantan, di mana para LC bekerja secara mandiri tanpa koordinator, sehingga pendataan dan pengawasan menjadi lebih sulit.
“Di Matak ada enam kafe, tapi baru tiga yang bisa kita sisir karena keterbatasan waktu dan jarak tempuh dari Tarempa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tarempa, Selasri Rabia Januarti, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan rapid test HIV/AIDS terhadap 45 orang yang mayoritas merupakan LC.
“Kami membantu tugas dari Satpol PP untuk melakukan rapid test guna mengetahui ada atau tidaknya infeksi HIV/AIDS,” kata Selasri.
Ia menegaskan, hasil screening bersifat rahasia dan tidak dapat diumumkan ke publik karena menyangkut kerahasiaan medis pasien.
“Hasil pemeriksaan hanya diketahui oleh petugas medis dan yang bersangkutan,” tegasnya.
Meski demikian, Selasri memastikan bahwa setiap orang yang terdeteksi terinfeksi HIV/AIDS akan langsung mendapatkan penanganan, pendampingan, serta edukasi secara menyeluruh.
“Kami pastikan pengobatan dan pendampingan dilakukan agar penularan tidak meluas,” pungkas Selasri. (*)
Artikel Razia THM Anambas, Puluhan Lady Companion Jalani Screening HIV/AIDS pertama kali tampil pada Kepri.
Artikel Razia THM Anambas, Puluhan Lady Companion Jalani Screening HIV/AIDS pertama kali tayang di batampos.co.id.