
batampos – Pemerintah Kota Batam mulai menggelar Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Batam sebagai ruang bagi pelajar menunjukkan kemampuan non-akademik yang selama ini diasah melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan kegiatan tersebut diikuti siswa jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Perhelatan tahunan itu menjadi wadah bagi siswa menampilkan hasil pembelajaran seni, sastra, budaya, dan olahraga yang diperoleh di lingkungan sekolah.
“Anak-anak akan menunjukkan hasil pembelajaran dan kreativitas mereka. Ini menjadi ruang unjuk kemampuan yang selama ini mereka pelajari melalui kegiatan di sekolah,” kata Hendri, Senin, (11/5).
Menurut dia, sebelum masuk tingkat kota, seleksi telah dilaksanakan lebih dahulu di tingkat kecamatan untuk jenjang SD dan tingkat wilayah untuk SMP. Dari seluruh tahapan tersebut, jumlah peserta yang terlibat mencapai hampir 1.600 siswa.
Namun, pada tingkat kota, jumlah peserta yang tampil berkurang menjadi sekitar 1.000 orang karena telah melewati proses penyaringan. Mereka mengikuti berbagai cabang perlombaan, mulai dari tari kreasi, vokal solo, ensemble musik, hingga cabang olahraga pelajar.
Hendri mengatakan pelaksanaan FLS3N dan O2SN tingkat Kota Batam berlangsung selama tiga hari. Kegiatan itu digelar setelah siswa menyelesaikan ujian sekolah sehingga dinilai menjadi bagian dari implementasi pembelajaran non-akademik di satuan pendidikan.
“Ini bukan hanya soal prestasi akademik. Anak-anak juga perlu memahami seni, sastra, budaya, dan olahraga sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter dan kreativitas mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan para pemenang di tingkat kota nantinya akan mewakili Batam pada ajang tingkat Provinsi Kepulauan Riau hingga nasional.
Menurut Hendri, penguatan pendidikan non-akademik penting dilakukan agar siswa tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki pemahaman budaya dan jati diri. Ia menilai nilai-nilai budaya Melayu tetap harus menjadi bagian dari pembentukan karakter pelajar di Batam.
“Anak-anak kita hidup di daerah Melayu yang menjadi payung negeri bagi Kota Batam. Karena itu, pendidikan budaya juga harus diperkuat,” kata dia.(*)
Artikel Pemko Batam Gelar FLS3N dan O2SN, Ribuan Siswa Adu Kreativitas dan Prestasi pertama kali tampil pada Metropolis.
Artikel Pemko Batam Gelar FLS3N dan O2SN, Ribuan Siswa Adu Kreativitas dan Prestasi pertama kali tayang di batampos.co.id.