
batampos – Kabar duka kembali datang dari lokasi lathian dasar militer (latsarmil) calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Peserta bernama Nola Dya Sari dilaporkan meninggal dunia pada Jumat malam (26/6).
Serupa dengan 4 peserta lain yang meninggal dunia saat menjalani latsarmil, Nola juga sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya. Dia mengeluh merasakan sesak napas dan suhu badannya terasa panas. Karena itu, dia dibawa oleh tim kesehatan Satuan Pendidikan (Satdik) C Kalimantan untuk mendapatkan penanganan awal.
”Sekitar pukul 18.45 WIB, almarhumah mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas. Tim kesehatan satdik segera memberikan penanganan awal dan merujuk yang bersangkutan ke IGD Rumah Sakit Singkawang,” terang Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia pada Sabtu (27/6).
Sebelum mengeluhkan kondisi kesehatannya, Nola baru saja mengikuti kegiatan pembelajaran CMI dan teknik perkebinan di dalam kelas. Selama kegiatan tersebut, dia baik-baik saja. Keluhan kesehatan baru disampaikan pada malam hari. Hingga akhirnya dia dibawa ke IGD Rumah Sakit Singkawang pada pukul 19.20 WIB.
”Dan langsung mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis,” kata jenderal bintang dua TNI AD tersebut.
Setelah dilakukan stabilisasi, Nola kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Aziz Singkawang demi mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif. Dia tiba di rumah sakit tersebut sekitar pukul 20.20 WIB. Di rumah sakit itu lah kondisinya memburuk.
”Dalam proses penanganan terjadi henti jantung, sehingga dilakukan resusitasi jantung paru (RJP) dan tindakan kardioversi. Meski pun berbagai upaya medis telah dilakukan, kondisi kesehatan pasien tidak dapat dipulihkan dan pada pukul 21.03 WIB dinyatakan meninggal dunia,” terang dia.
Berdasar dokumen pemberitaan JawaPos.com, beberapa peserta latsarmil lain yang dinyatakan meninggal dunia terdiri atas Novia Rahmadhani, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, dan Muhammad Rifki Renaldi. Mereka menjalani latsarmil di 4 satdik yang berbeda. Namun, para peserta dinyatakan meninggal dunia setelah mengeluhkan kondisi kesehatannya.
Anisa Muyassaroh mengikuti latsarmil di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman. Balikpapan. Dia mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026. Kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan satuan sampai rumah sakit terdekat. Namun, nyawanya tidak tertolong dengan diagnosa meninggal dunia akibat heat stroke.
Sehari sebelumnya, pada 17 Juni 2026, peserta atas nama Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja juga mengalami penurunan kondisi kesehatan. Setelah mendapat penanganan dan dirujuk ke rumah sakit, dia dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung.
Pada Senin, 22 Juni 2026, peserta atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta mengalami gangguan kesehatan dan segera mendapatkan penanganan oleh tim kesehatan satuan. Dia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa dan dinyatakan meninggal dunia pada 23 Juni 2026 akibat penyakit tuberkulosis.
Kemarin dini hari (26/6), peserta lain bernama Muhammad Rifki Renaldi meninggal dunia. Dia mengikuti pendidikan latsarmil di Satdik Yon Parako 465 Jakarta. Mulanya, dia mengalami keluhan kesehatan berupa sesak napas dan segera mendapatkan penanganan awal dari tim kesehatan satuan pada 25 Juni. (*)
Artikel Korban Meninggal dari Latsarmil Calon Manajer Kopdes Bertambah, Kini Sudah 5 Orang pertama kali tampil pada News.
Artikel Korban Meninggal dari Latsarmil Calon Manajer Kopdes Bertambah, Kini Sudah 5 Orang pertama kali tayang di batampos.co.id.