batampos – Di balik gemerlap sorotan panggung dan teriakan penonton, ada satu sosok yang tak selalu disebut, tapi selalu terdengar. Ia bukan bintang utama, bukan pula yang dielu-elukan penonton. Tapi tanpa kehadirannya, sebuah pertunjukan musik bisa terasa hampa.
Ia adalah Lowdy Bazz, session player asal Tanjungpinang yang selama dua dekade lebih menjadi nyawa diam dari banyak panggung musik di Indonesia.
Lowdy, nama panggung dari Mahariyadi (43), bukan hanya mahir memainkan gitar bass, tapi juga piawai beradaptasi dengan berbagai genre: dari rock, jazz, pop, hingga dangdut dan musik Melayu modern. Di kota kecil tempatnya tumbuh, profesi session player bukan jalan yang umum. Namun bagi Lowdy, menjadi musisi pengiring adalah bentuk cinta sejati terhadap musik.
“Kadang nama disebut, kadang tidak. Tapi kami tetap bagian dari pertunjukan. Kami musisi juga,” ucapnya kepada Batam Pos, Minggu (13/7), dengan nada yang lebih terdengar seperti keyakinan daripada keluhan.
Bersama band-nya, Magnetic, Lowdy bermain dari kafe ke majelis pernikahan. Tapi di balik itu, ia terus membangun jejaring, belajar lagu-lagu baru dalam waktu singkat, dan siap tampil dalam kondisi apa pun. “Kami jarang latihan bareng artis. Tapi saat manggung, kami harus sempurna,” tegasnya.
Jejaknya sebagai session player tidak bisa diremehkan. Lowdy pernah mengiringi Fadly (Padi), Pasha (Ungu), Anda (Bunga), Irang (eks BIP), hingga Charly ST12. Dari sisi vokalis perempuan, ada Rieka Roeslan (The Groove), Pia (Utopia), Kiki (LIDA), Dahlia dan Septi (KDI). Bahkan panggung para alumni Indonesian Idol seperti Delon, Firman, Dirly dan Hudson pun pernah ia isi.
Lowdy pernah merilis album bersama Bintang 5, band rock yang sempat mewarnai industri musik nasional. Namun ia memilih jalur sunyi: kembali menjadi session player.
“Ini bukan pekerjaan glamor. Tapi saat kami main, dan penyanyi tampil bagus, itu kebanggaan tersendiri,” katanya.
Baginya, session player bukan sekadar profesi, melainkan jalan hidup. Dibayar per proyek, tanpa kontrak jangka panjang, namun dituntut tampil profesional, fleksibel, dan tanpa cela. Dunia ini menuntut dedikasi tinggi, tapi jarang memberi tepuk tangan.
Meski berasal dari kota kecil, Lowdy membuktikan bahwa Tanjungpinang pun bisa melahirkan musisi yang diperhitungkan. Ia berharap anak muda lokal tak hanya memimpikan panggung sorotan, tapi juga mengenal profesi seperti session player yang juga penting dalam ekosistem musik.
“Main musik itu bukan cuma soal ketenaran,” ujarnya. “Tapi tentang bagaimana kita bisa jadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Dan session player salah satunya.”
Reporter: Yusnadi Nazar
Artikel Lowdy, Session Player Tanjungpinang yang Menyala di Balik Panggung pertama kali tampil pada Kepri.
Artikel Lowdy, Session Player Tanjungpinang yang Menyala di Balik Panggung pertama kali tayang di batampos.co.id.