batampos– Pemerintah Desa Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, terus mendorong pengembangan potensi wisata berbasis sejarah dan budaya.
Upaya ini dilakukan untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mendongkrak sektor ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Mepar, Faif Suhandoyo, mengatakan bahwa fokus pengembangan terbagi ke dalam dua kategori utama, yaitu wisata sejarah dan budaya, serta wisata alam yang berada di wilayah Mepar daratan.
“Untuk kawasan Mepar secara umum, kami fokus pada wisata sejarah dan budaya. Sementara untuk Mepar daratan, pengembangan akan diarahkan ke wisata alam dan pantai,” ujar Faif, Selasa (1/7).
BACA JUGA: Museum Bahari Bintan Fun Run 5K, Ajang Promosi Wisata dan Budaya di Bintan
Pemerintah Desa Mepar secara rutin menggelar Festival Seni dan Budaya setiap tahun. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dari upaya pelestarian budaya dan peningkatan daya tarik wisata,
Festival ini melibatkan berbagai desa dari wilayah sekitar hingga desa-desa terjauh di Kabupaten Lingga.
“Tahun 2024 lalu, kami mengadakan perlombaan seperti lomba dayung sampan dan joget 60-an. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” jelas Faif.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu mempererat hubungan antarwarga.
“Serta memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda dan wisatawan,” katanya, menutup. (*)
Reporter: Vatawari
Artikel Melestarikan Sejarah Budaya Lokal Lewat Destinasi Wisata pertama kali tampil pada Kepri.
Artikel Melestarikan Sejarah Budaya Lokal Lewat Destinasi Wisata pertama kali tayang di batampos.co.id.