batampos – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Kepulauan Riau memperkuat komitmennya dalam mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) daerah dengan berpartisipasi aktif dalam Abu Dafi Fest.
Kepala Kantor Wilayah, Edison Manik menyampaikan kebanggaan atas keberhasilan UMKM lokal dan menegaskan bahwa kunci bagi UMKM untuk “naik kelas” adalah melalui legalitas dan perlindungan hukum, terutama dalam bidang Kekayaan Intelektual (KI).
Edison Manik juga memperkenalkan berbagai jenis layanan KI yang tersedia dan mendorong seluruh pelaku UMKM untuk segera mendaftarkan merek serta karyanya demi memperoleh perlindungan hukum resmi.
“Kita juga melakukan penyerahan sertifikat Kekayaan Intelektual. Ini merupakan bentuk dorongan Kemenkum Kepri kepada UMKM,” kata Edison Manik, Sabtu (18/10).
Ia juga menyoroti peran strategis sektor kuliner terutama kedai kopi sebagai indikator penting pertumbuhan ekonomi daerah, mengingat 48 persen warga Tanjungpinang adalah penikmat kopi.
Sementara itu, untuk memperkuat perlindungan kelompok usaha, diserahkan pula Sertifikat Merek Kolektif kepada Ketua Sentra IKM Makanan Ringan Tanjungpinang Timur dan Ketua SNS Property Indonesia.
Sementara itu Owner Abu Dafi, Nasrul Caniago menyampaikan rasa syukur atas perjalanan usahanya yang kini telah mencapai 17 cabang, “Festival ini adalah ajang sinergi antara pelaku UMKM dengan masyarakat,” tambahnya.
Edison Manik juga melakukan kunjungan ke stand-stand UMKM. Hal ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara Kementerian Hukum, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam memperkuat ekosistem UMKM berbasis Kekayaan Intelektual. (*)
Reporter: M. Ismail
Artikel Kemenkum Kepri Ajak UMKM Tanjungpinang Maju dan Berdaya Saing pertama kali tampil pada Kepri.
Artikel Kemenkum Kepri Ajak UMKM Tanjungpinang Maju dan Berdaya Saing pertama kali tayang di batampos.co.id.