Batampos – Amerika Serikat mengancam Tiongkok dengan memberlakukan pembatasan ekspor terhadap suku cadang pesawat Boeing (BA.N). Hal ini merupakan bagian dari respon Washington atas pembatasan ekspor mineral tanah yang dilakukan Tiongkok.
Sejak menjabat mulai Januari lalu, Presiden AS Donald Trump kerap menggunakan Boeing sebagai alat dalam upayanya yang agresif mengatur ulang perdagangan global. AS dan Tiongkok kerap melakukan perang dagang.
Dalam perselisihan dagang dengan Trump, April lalu, Beijing memerintahkan maskapai-maskapai Tiongkok untuk sementara waktu menghentikan penerimaan pesawat baru dari Boeing. Perusahaan pembuat pesawat asal AS itu juga mencatat sejumlah penjualan besar ke maskapai asing setelah kunjungan Trump ke negara-negara tersebut.
“Kami punya banyak hal, salah satunya yang besar adalah pesawat. Tiongkok memiliki banyak pesawat Boeing, dan mereka membutuhkan suku cadang serta banyak hal semacam itu,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih ketika ditanya mengenai barang apa saja yang dapat dikenai pembatasan ekspor oleh AS, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (11/10/2025).
BACA JUGA:
Otak Bom Bali Bakal Disidang di Pengadilan Militer AS November 2025
Menurut laporan Bloomberg pada Agustus lalu, Boeing sedang dalam pembicaraan untuk menjual hingga 500 pesawat ke Tiongkok. Jika terealisasi, itu akan menjadi pesanan besar pertama dari Tiongkok sejak masa jabatan pertama Trump.
Menanggapi itu, Analisis Penerbangan dari Leeham.Co, Scott Hamilton menyebutkan, meski pun kesekapatan itu batal, dampak finansial terhadap Boeing kemungkinan kecil. ” Itu hanya seperti amplas yang menggesek kulit Boeing,” ujarnya.
Secara historis, Tiongkok pernah menyumbang hingga 25 persen dari daftar pesanan Boeing, namun kini turun menjadi kurang dari 5 persen.
Menurut perusahaan analisis penerbangan Cirium, maskapai-maskapai Tiongkok memiliki pesanan untuk setidaknya 222 pesawat Boeing, dan saat ini mengoperasikan 1.855 pesawat Boeing. Sebagian besar pesawat yang dipesan dan dioperasikan adalah tipe Boeing 737, pesawat lorong tunggal yang populer.
Larangan ekspor atau suku cadang juga akan berdampak pada CFM International, perusahaan patungan antara GE Aerospace (GE.N) dari AS dan Safran dari Prancis. Mereka pernah memproduksi mesin LEAP untuk Boeing 737 MAX. GE juga membuat mesin untuk Boeing 777 dan 787, dua jenis pesawat besar yang juga dipesan oleh Tiongkok.
Masih menurut Cirium, rival Boeing di Eropa, Airbus, hanya memiliki 185 pesanan dari pelanggan Tiongkok. Airbus memiliki fasilitas produksi di Tianjin yang memproduksi sekitar empat pesawat A320 setiap bulan.
Tiongkok tengah berusaha membangkitkan industri pesawat komersial dalam negerinya, terutama melalui COMAC C919, yang menjadi pesaing Airbus A320 dan Boeing 737. Pelanggan Tiongkok telah memesan 365 unit pesawat buatan dalam negeri tersebut.
Namun, pembatasan ekspor AS terhadap komponen-komponen buatan yang digunakan di C919 secara signifikan memperlambat produksi pesawat itu. Hingga September 2025 ini, COMAC baru mengirimkan lima dari 32 pesawat yang dijadwalkan untuk pelanggan Tiongkok tahun ini. (*)
Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK
Artikel Trump Ancam Tiongkok dengan Pembatasan Ekspor Suku Cadang Boeing pertama kali tampil pada News.
Artikel Trump Ancam Tiongkok dengan Pembatasan Ekspor Suku Cadang Boeing pertama kali tayang di batampos.co.id.