batampos – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Korban diketahui bernama Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari yang bertugas dalam penerbangan nahas tersebut.
Jenazah Florencia diterima Rumah Sakit Bhayangkara Makassar pada Selasa malam (20/1) dan dipastikan identitasnya melalui proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Sulsel. Florencia merupakan korban kedua yang ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam operasi pencarian.
“Yang kemarin sudah teridentifikasi Florencia Lolita Wibisono,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto saat dikonfirmasi, Rabu (21/1).
Tim SAR Gabungan menemukan jenazah Florencia pada Senin (19/1). Sehari sebelumnya, Minggu (18/1), satu jenazah korban berjenis kelamin laki-laki lebih dulu ditemukan. Namun, jenazah Florencia tiba lebih awal di RS Bhayangkara Makassar, sementara jenazah korban pertama baru tiba pada Rabu pagi (21/1) dan hingga kini masih dalam proses identifikasi.
Proses identifikasi dilakukan dengan mengombinasikan data antemortem dari keluarga korban dan data post mortem dari jenazah, termasuk pemeriksaan DNA. Tim DVI menegaskan bahwa akurasi dan kehati-hatian menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan identifikasi.
“Yang pagi ini baru datang, jadi belum teridentifikasi,” jelas Kombes Didik.
Didik menambahkan, proses identifikasi dilakukan secara profesional dengan dukungan personel tambahan dari Mabes Polri. Hingga saat ini, dua jenazah korban telah berhasil dievakuasi, sementara delapan korban lainnya masih dalam pencarian.
Operasi pencarian dan evakuasi terus dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan di medan ekstrem Gunung Bulusaraung. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii sebelumnya menyampaikan bahwa cuaca buruk menjadi tantangan utama selama empat hari operasi SAR berlangsung.
“Jadi, kami akan terus berupaya melaksanakan pencarian korban, sambil mengumpulkan puing-puing pesawat untuk selanjutnya diserahkan kepada KNKT,” ujar Syafii.
Diketahui, pesawat ATR 42-500 tersebut mengangkut total 10 orang, terdiri atas tujuh kru—termasuk pilot dan kopilot—serta tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sedang menjalankan tugas. Basarnas memastikan upaya pencarian seluruh korban akan terus dilakukan bersama Tim SAR Gabungan. (*)
Artikel Pramugari Florencia Jadi Korban Kedua Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 pertama kali tampil pada News.
Artikel Pramugari Florencia Jadi Korban Kedua Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 pertama kali tayang di batampos.co.id.