batampos – Di balik kemegahan gelaran pesta olahraga internasional Asian Games di Jakarta dan Palembang 2018 lalu, terselip cerita inspiratif dari seorang ahli terapi profesional yang berdomisili di Tanjungpinang.
Ahli terapi atau terapis olahraga itu adalah Muhammad Avib Rudal Kurniawan. Ia pernah dipercaya menjadi bagian dari tim medis untuk mendukung perjuangan para atlet nasional meraih medali di ajang bergengsi tingkat Asia tersebut.
Lelaki ramah yang akrab disapa Mas Avib oleh para pasiennya di Tanjungpinang maupun atlet nasional ini, tidak pernah menyangka perjalanannya sebagai ahli terapi akan membawanya hingga ke panggung Asian Games.
Kepada Batam Pos, Avib mengungkap perjalananya menuju panggung internasional itu. Ia awalnya mendapat informasi pendaftaran dari rekannya yang menjadi anggota tim medis Asian Games di Palembang.
Avib pun kemudian tertarik bergabung. Dengan tekat kuat, ia kemudian mendaftar untuk menjadi tim medis Asian Games yang melibatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
“Setelah mendaftar, saya dapat panggilan untuk tes masuk tim medis,” kata Avib, baru-baru ini.
Dari Kota Gurindam Tanjungpinang, Avib kemudian terbang menuju ke Bumi Sriwijaya, Palembang. Dengan keahliannya, ia mengikuti tes dengan penuh keyakinan untuk bergabung menjadi bagian dari tim medis Asian Games.
Kemampuan dan pengalaman Avib dalam menangani dislokasi, cedera otot, pemulihan pasca cedera serta peningkatan stamina atlet, membuat namanya cukup dikenal di kalangan tenaga medis nasional hingga pelatih nasional.
Saat pengumuman resmi tim medis Asian Games 2018, Avib pun terpilih. Ia menjadi salah satu dari sedikit terapis daerah yang bergabung menjadi anggota tim medis Asian Games 2018.
“Alhamdulillah saya lolos menjadi bagian dari terapis Asian Games 2018,” kata lelaki kelahiran Kediri, Jawa Timur 41 tahun silam ini.
Berkat kemampuannya, Avib mendapat kepercayaan untuk menangani cedera atlet-atlet nasional dari berbagai cabang olahraga (cabor). Mulai dari atlet sepak bola, bola voli pantai, dayung dan climbing.
Selama satu bulan berada di Palembang sebagai tim medis, Avib fokus menangani cedera dislokasi dan pemulihan cedera para atlet nasional yang berlaga di Asian Games 2018.
“Pada umumnya saya menangani atlet semua cabor. Karena waktu Asian Games itu, kami dari tim medis, standby di Clinic Center Asian Games,” ujarnya.
Meskipun bertugas di tengah kemeriahan ajang internasional bergengsi itu, Avib tetap berada di belakang layar tanpa sorot kamera. Ia menjadi penyambung harapan bagi perjuangan para atlet nasional untuk meraih medali.
“Itu pengalaman yang luar biasa. Melihat mereka (atlet) bisa kembali bertanding setelah saya terapi, rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” kenang Avib.
Kini, setelah Asian Games berlalu, Avib kembali ke Tanjungpinang dengan membawa pengalaman berharga. Ia aktif membagikan ilmu dan pengalamannya kepada generasi muda, menjadi pembicara di berbagai seminar olahraga, serta melatih para terapis muda di Tanjungpinang.
“Kalau ada yang mau belajar, saya akan latih jadi terapis,” ajak Avib.
Pengalaman Avib sebagai terapis profesional di panggung internasional, menjadi bukti bahwa dedikasi dan keahlian yang dimiliki, dapat membuka jalan mencapai prestasi.
Tidak hanya bagi atlet yang bertanding meraih medali, tetapi juga prestasi para anggota tim tenaga medis olahraga yang kerap berada di balik layar dan tanpa sorotan kamera.
Berkat dedikasi dan ketekunannya sebagai anggota tim medis Asian Games Jakarta dan Palembang 2018, Avib menerima pin kehormatan dari Kementerian Kesehatan.
“Alhamdulillah semua berkat ketekunan, disiplin dan keinginan untuk terus belajar,” jelas Avib.
Terapis Berpengalaman di Kediri hingga Hijrah ke Tanjungpinang
Perjalanan Avib sebagai terapis profesional dimulai dari kelas-kelas terapi di Kediri, belasan tahun silam. Berkat bimbingan dan tunjuk ajar dari dosennya yaitu Dr. Slamet Junaidi (almarhum), Avib menjadi terbiasa saat menekan titik-titik cedera dan panyakit yang dialami pasien.
Sejak 2008, Avib telah mengabdikan diri sebagai terapis di tempat kelahirannya di Kediri dan aktif menangani berbagai kasus cedera atlet lokal dan berbagai keluhan penyakit pasien.
Namun sejak 2017, dengan alasan yang tidak bisa ia ungkapkan, akhirnya Avib dan keluarga kecilnya, memutuskan hijrah ke Kota Gurindam Tanjungpinang.
“Awalnya main saja ke sini (Tanjungpinang). Ngopi di sini. Tapi namanya perjalanan hidup yang penuh dengan teka teki, akhirnya saya tinggal di Tanjungpinang,” ungkap ayah lima anak ini.
Di Tanjungpinang, Avib tetap mengabdikan diri sebagai terapis. Sejak hijrah, ia membuka klinik pelayanan Sport Massage, Massage Cedera Olahraga (MCO) dan Terapi Otot di rumah sederhana tempatnya menetap.
Tempat tinggal Avib yang menjadi klinik terapi itu berada di kawasan perumahan Pesona Alam Mutiara, Blok D Nomor 1 Jalan Radar Tanjungpinang Timur.
Di klinik itu, Avib melayani berbagai macam pengobatan. Melayani pasien dengan keluhan keseleo, capek, syaraf terjepit, pegal-pegal, sakit pinggang, otot tegang, sakit tulang belakang hingga patah tulang.
Selain itu, Avib juga melayani pengobatan lainnya seperti bekam kesehatan, pengobatan kolesterol, asam urat, hipertensi, migrain, vertigo dan masuk angin.
Semua pelayanan pengobatan ini, dilakukan dengan cara profesional dan tingkat keahlian yang tinggi demi memastikan pasiennya bisa benar-benar pulih dari penyakit.
Saat melayani pasien, Avib tidak bekerja sendiri. Ia ditemani oleh dua orang asisten yaitu Syaifullah dan Muhammad Farhan Naufal. Dua pemuda ini sehari-harinya, membantu menjalani klinik terapi.
“Keduanya bukan hanya sekadar pembantu terapi, melainkan murid, sahabat, sekaligus generasi penerus terapis di Tanjungpinang,” ucap terapis yang telah mengantongi sertifikasi dan pengakuan keahlian.
Sebagai bentuk ibadah dan pengabdian sebagai terapis, Avib mengaku tidak pernah memasang tarif yang tetap kepada pasien yang datang berobat ke kliniknya.
“Seikhlasnya saja saya terima. Saya nggak pernah pasang tarif. Siapa pun yang datang, saya bantu sebisanya. Kecuali paket pengobatan hingga sembuh total,” kata Sarjana Olahraga lulusan Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri ini.
Di ruang terapi sederhana dan dengan izin Yang Maha Kuasa, Avib berhasil mengobati pasien dengan berbagai keluhan. Bahkan, beberapa dokter juga terkadang merujuk para pasien-pasien tertentu, untuk datang klinik Avib.
“Melalui pengobatan ini, saya juga sambil berikhtiar karena sesungguhnya sehat itu datangnya hanya dari Allah,” jelas Avib.
Reporter: Yusnadi Nazar
Artikel Terapis di Tanjungpinang Ini Ternyata Pernah Tangani Atlet Asian Games 2018 pertama kali tampil pada Kepri.
Artikel Terapis di Tanjungpinang Ini Ternyata Pernah Tangani Atlet Asian Games 2018 pertama kali tayang di batampos.co.id.