batampos – Kondisi jalan penghubung Desa Tiangau yang menghubungkan wilayah Harung Hijau hingga Kampung Melayu Tiangau, Kabupaten Kepulauan Anambas, kian memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses utama aktivitas warga tersebut mengalami kerusakan parah dan belum mendapat perbaikan memadai.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kerusakan mulai terlihat jelas setelah melewati SMP Negeri 5 Harung Hijau. Permukaan jalan dipenuhi lubang, bebatuan berserakan, serta badan jalan yang tidak rata, sehingga menyulitkan pengguna jalan.
Kondisi ini membuat warga merasa tidak nyaman dan khawatir saat melintas, baik menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat. Pengendara harus ekstra hati-hati untuk menghindari risiko kecelakaan maupun kerusakan kendaraan.
Saat cuaca panas, debu beterbangan akibat lalu lalang kendaraan. Debu tersebut tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga mengotori pakaian dan rumah warga yang berada di sekitar jalan. Sebaliknya, ketika hujan turun, jalan berubah licin dan berlumpur, bahkan di sejumlah titik tergenang air.
Salah seorang warga Desa Tiangau, Sariman, mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama dan belum pernah mendapat perhatian serius dari pemerintah. Ia menilai pembangunan infrastruktur di wilayah Tiangau kerap terabaikan.
“Kondisi ini sudah lama. Tiangau jarang diperhatikan, pembangunan kebanyakan hanya sampai Harung Hijau,” ujar Sariman, Minggu (1/2/2026).
Menurut Sariman, panjang jalan rusak dari SMP Negeri 5 Harung Hijau hingga ujung Tiangau mencapai hampir dua kilometer. Jarak tersebut, kata dia, seharusnya menjadi prioritas perbaikan karena digunakan warga setiap hari untuk beraktivitas.
Ia juga menyinggung kebijakan pembangunan pada masa kepemimpinan Bupati sebelumnya yang lebih banyak membangun jalan di kawasan pantai, padahal jalur tersebut jarang dilalui masyarakat.
“Jalan di pantai jarang dilewati, sementara jalan ini tiap hari kami pakai. Sudah rusak, penerangan juga tidak ada. Tapi kabarnya tahun ini akan dibenahi oleh provinsi,” keluhnya.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Seksi Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepulauan Riau, Suji Hartano, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan survei terhadap jalan Kampung Melayu Tiangau sejak tahun lalu.
“Jalan Kampung Melayu Tiangau sudah kami survei dan masuk dalam APBD Provinsi Kepri Tahun 2026 dengan anggaran sekitar Rp2 miliar,” ujar Suji Hartano.
Ia menjelaskan, saat ini PUPR Provinsi Kepri masih melengkapi dokumen teknis dan persyaratan administrasi sebelum proses pelelangan pekerjaan dimulai.
“Tahapan ini meliputi penyusunan dokumen teknis, perencanaan detail, serta penyesuaian jadwal agar pelaksanaan pekerjaan sesuai aturan,” jelasnya.
PUPR Provinsi Kepri berharap proses administrasi dapat segera rampung sehingga perbaikan jalan penghubung Harung Hijau–Kampung Melayu Tiangau bisa segera direalisasikan demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat. (*)
Artikel Jalan Penghubung Harung Hijau–Tiangau Rusak Parah, Warga Minta Perbaikan pertama kali tampil pada Kepri.
Artikel Jalan Penghubung Harung Hijau–Tiangau Rusak Parah, Warga Minta Perbaikan pertama kali tayang di batampos.co.id.