batampos – Anggota Komisi III DPR RI, Irjen Pol (Purn) Safaruddin menyoroti berbagai permasalahan yang terjadi di Akademi Kepolisian (Akpol). Ia mencurigai bahwa sejumlah taruna yang bermasalah masuk melalui jalur yang tidak semestinya.
Pernyataan itu disampaikan saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Irjen Andi Rian Djajadi.
“Saya lihat di Akpol ini ada yang sampai dikeluarkan, perilakunya menyimpang,” kata Safaruddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4).
Safaruddin juga menyoroti masih maraknya kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan Akpol maupun Sekolah Polisi Negara (SPN). Selain itu, ia menyinggung adanya taruni Akpol yang mengalami stroke.
“Ada juga taruni yang stroke. Seharusnya ini tidak terjadi,” tegasnya.
Karena itu, ia mempertanyakan proses rekrutmen taruna, sebab setiap calon yang lolos seleksi seharusnya telah memenuhi standar kesehatan.
“Berarti rekrutmennya yang salah. Apakah karena bayar atau titipan? Sehingga yang diproses oleh Lemdiklat ini tidak memenuhi standar kesehatan,” cetusnya.
Selain masalah rekrutmen, Safaruddin juga menyoroti kesejahteraan pengajar taruna Akpol. Ia mendorong agar honor pengajar yang saat ini sekitar Rp 100 ribu dapat ditingkatkan secara signifikan, bahkan hingga Rp 5 juta per jam.
Menurutnya, rendahnya honor tersebut tidak sebanding dengan risiko dan tanggung jawab pekerjaan, apalagi jika dibandingkan dengan potensi pendapatan di bidang lain.
“Dia melihat temannya di Reserse, sekali ‘batuk’ bisa dapat Rp 1 miliar,” pungkasnya.(*)
Artikel Anggota Komisi III DPR Curigai Ada Penyimpangan Rekrutmen Taruna Akpol pertama kali tampil pada News.
Artikel Anggota Komisi III DPR Curigai Ada Penyimpangan Rekrutmen Taruna Akpol pertama kali tayang di batampos.co.id.