
batampos – Kabinet Kuwait pada Selasa mengutuk apa yang mereka sebut sebagai upaya infiltrasi oleh kelompok bersenjata yang diduga berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ke Pulau Bubiyan, sementara Kementerian Luar Negeri Iran menolak klaim tersebut sebagai “sama sekali tidak berdasar.”
Kabinet Kuwait mengatakan para tersangka terlibat bentrok dengan angkatan bersenjata Kuwait sebelum ditangkap, lapor kantor berita resmi Kuwait, KUNA, mengutip pernyataan kabinet.
Saat diinterogasi, para tersangka mengaku bahwa mereka tergabung dalam IRGC dan berupaya memasuki Kuwait melalui laut untuk melakukan “aktivitas permusuhan,” demikian menurut pernyataan itu.
Kuwait menyerukan kepada Iran untuk dengan “segera dan tanpa syarat menghentikan” apa yang disebutnya sebagai tindakan permusuhan yang mengancam keamanan dan stabilitas regional, kata Kuwait, seraya menambahkan bahwa pihaknya “memiliki hak penuh dan sah untuk membela diri sesuai Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.”
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Kuwait mengatakan empat penyusup mencoba masuk ke Pulau Bubiyan dengan menggunakan perahu nelayan yang diduga disewa untuk operasi tersebut.
Kementerian itu mengatakan seorang anggota militer Kuwait terluka selama bentrokan dengan keempat penyusup tersebut, yang semuanya telah ditangkap. Menurut laporan media, insiden ini terjadi pada 1 Mei, dan dua “penyusup” lainnya telah melarikan diri.
Kemenlu Kuwait memanggil Duta Besar Iran untuk Kuwait Mohammad Toutounchi dan menyerahkan pernyataan protes resmi kepadanya terkait insiden tersebut.
Pada saat yang sama, Kemenlu Iran menolak mentah-mentah klaim Kuwait tersebut.
Kemenlu Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa empat perwira Iran memasuki perairan teritorial Kuwait karena gangguan sistem navigasi saat menjalankan misi patroli maritim rutin.
Kemenlu Iran mengutuk keras apa yang disebutnya sebagai “tindakan tidak pantas pemerintah Kuwait yang memanfaatkan isu tersebut untuk kepentingan politik dan propaganda.”
Kemenlu Iran mengatakan Iran menghormati kedaulatan dan integritas wilayah semua negara di kawasan itu serta berharap otoritas Kuwait bisa menyelesaikan masalah yang ada melalui jalur resmi serta menahan diri dari “komentar gegabah dan klaim tanpa dasar.”
Selain itu, Kemenlu Iran juga menekankan perlunya memberikan akses segera kepada Kedutaan Besar Iran di Kuwait untuk menemui warga negara Iran yang ditahan, sesuai dengan hukum internasional, dan untuk segera membebaskan mereka.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional menyusul operasi militer Amerika Serikat-Israel terhadap Iran. Kuwait mengatakan telah mencegat ratusan drone dan rudal selama konflik sebelum gencatan senjata berlaku pada 8 April.(*)
Artikel Kuwait Kecam Penyusup dari Iran, Tetapi Iran Menyebut Tudingan itu Tak Berdasar pertama kali tampil pada News.
Artikel Kuwait Kecam Penyusup dari Iran, Tetapi Iran Menyebut Tudingan itu Tak Berdasar pertama kali tayang di batampos.co.id.