batampos – Musim kemarau yang masih berlangsung di Kota Batam mulai memunculkan kekhawatiran serius akan ancaman krisis air bersih yang kian luas. Bahkan sebelum kemarau datang, sebagian warga sudah lebih dulu merasakan kesulitan air. Kini, dengan minimnya curah hujan yang memperparah kondisi waduk, kekhawatiran krisis air akan meluas
Sebagai daerah yang bergantung pada tampungan air hujan di sejumlah waduk, Batam menghadapi tekanan serius ketika curah hujan menurun dalam waktu panjang.
Badan Pengusahaan (BP) Batam pekan lalu melaporkan bahwa debit air di beberapa waduk mengalami penyusutan rata-rata 2 hingga 3 sentimeter per hari. Penurunan itu terjadi akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Pemko dan BP Batam Kejar Distribusi Air ke Setiap Titik Bermasalah Jelang Imlek dan Ramadan
Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebut pihaknya telah membahas situasi tersebut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh agama.
“Kemarau ini masih berlangsung. Kemarin sudah rapat bersama Forkopimda dan para tokoh, dan disepakati untuk melaksanakan (Salat Istisqa),” ujar Amsakar.
Langkah tersebut diambil sebagai ikhtiar spiritual di tengah kondisi alam yang belum menunjukkan tanda-tanda hujan signifikan. Salat Istisqa merupakan salat sunnah yang dilakukan umat Islam untuk memohon turunnya hujan saat terjadi kekeringan.
Amsakar mengatakan usulan pelaksanaan salat tersebut juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam. Pemerintah pun menyambut baik dan tengah mempersiapkan pelaksanaannya dalam waktu dekat.
“Usulan Ketua MUI untuk melaksanakan Salat Istisqa sudah kami terima. Insyaallah akan segera kita laksanakan,” katanya.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Batam diperkirakan masih mengalami kondisi kemarau dengan potensi hujan yang relatif rendah hingga Maret mendatang.
Situasi ini membuat cadangan air baku di waduk perlu dijaga secara cermat agar tidak sampai mengganggu pasokan air bersih bagi masyarakat.
Amsakar berharap pelaksanaan Salat Istisqa menjadi momentum kebersamaan warga Batam dalam menghadapi musim kering ini.
“Salat Istisqa ini adalah ikhtiar kita memohon hujan. Insyaallah kalau jamaahnya lebih dari 40 orang, mudah-mudahan turunlah hujan nanti,” ujarnya. (*)
Artikel Debit Waduk Susut 3 Cm per Hari, Batam Terancam Krisis Air, Pemko Gelar Salat Istisqa pertama kali tampil pada Metropolis.
Artikel Debit Waduk Susut 3 Cm per Hari, Batam Terancam Krisis Air, Pemko Gelar Salat Istisqa pertama kali tayang di batampos.co.id.