batampos – Seekor penyu sisik ditemukan mati terdampar di Pantai Senggiling, Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada Minggu (1/2) sore. Temuan tersebut menambah daftar kematian penyu di wilayah pesisir Bintan selama musim angin utara.
Salah seorang warga yang menemukan bangkai penyu, Robby, mengatakan penyu tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 50 sentimeter dengan berat kurang lebih 10 kilogram.
Menurut Robby, penyu diduga mati setelah menelan sampah plastik yang mengapung di laut. Kondisi ombak yang cukup kuat saat musim angin utara diduga turut menyebabkan penyu terdampar ke pesisir pantai.
“Kalau bulan Januari ini saja sudah ada lima ekor penyu yang ditemukan mati. Salah satunya kemarin ditemukan tim saya di kawasan Bintan Lagoon,” ujar Robby.
Ia menambahkan, bangkai penyu tersebut telah dikuburkan oleh warga setempat untuk mencegah bau tidak sedap dan pencemaran lingkungan di sekitar pantai.
Selain sampah plastik, Robby juga menyoroti maraknya pencemaran limbah minyak hitam yang kerap ditemukan di pesisir Pantai Senggiling dan perairan sekitarnya.
Menurutnya, banyak karung berisi limbah minyak hitam yang terdampar di pantai dan laut, sehingga semakin memperburuk kondisi ekosistem laut.
“Limbah minyak hitam memang sering muncul saat musim angin utara,” katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat pesisir serta para pekerja kapal agar tidak membuang sampah ke laut. Sampah plastik, kata dia, sangat berbahaya bagi biota laut, khususnya penyu.
“Kasihan penyu-penyu itu. Kalau melihat plastik mengapung, mereka mengira itu ubur-ubur atau krustasea, yang sebenarnya merupakan makanan mereka,” tutup Robby. (*)
Artikel Musim Angin Utara, Penyu Sisik Mati Terdampar di Pantai Senggiling Bintan pertama kali tampil pada Kepri.
Artikel Musim Angin Utara, Penyu Sisik Mati Terdampar di Pantai Senggiling Bintan pertama kali tayang di batampos.co.id.