
batampos – Tuntutan hukum 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan menyisakan kekecewaan terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Tuntutan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Agung (Kejagung), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (13/5).
Selain itu, Nadiem juga dituntut membayar uang pengganti Rp 809.566.125.000 dan Rp 4.871.469.603.758, jika ditotal senilai Rp 5,6 triliun subsider 9 tahun penjara.
Tuntutan yang dibacakan Jaksa terhadap Nadiem turut memunculkan suasana haru bagi para pengemudi ojek online (ojol) Gojek generasi pertama yang hadir ke ruang persidangan. Para pengemudi ojol dengan menggunakan jaket berwarna hijau itu sengaja datang untuk memberikan dukungan moral.
“Nadiem pasti bebas, pasti,” ucap salah seorang ojol sambil memeluk Nadiem.
Pelukan yang mereka berikan bukan hanya sekadar simbol, tapi juga bentuk solidaritas di tengah situasi sulit yang kini tengah dihadapi pendiri Gojek tersebut. Nadiem pun tak kuasa menahan tangis saat memeluk para pengemudi ojol.
Momen haru itu terjadi usai persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan JPU terhadap Nadiem Makarim, atas kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook di Kemendikbudristek.
Nadiem menegaskan, tuntutan 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan sangat mengecewakan bagi dirinya. Ia menyebut, tuntutan tersebut melebihi seorang kriminal seperti pembunuh dan teroris.
“Ini adalah hari yang sangat, sangat, sangat mengecewakan. Mungkin tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan perasaan saya,” ucap Nadiem.
Nadiem juga merasa kecewa atas tuntutan pembayaran uang pengganti sebesar Rp 809.566.125.000 dan Rp 4.871.469.603.758, jika ditotal senilai Rp 5,6 triliun subsider 9 tahun penjara. Menurutnya, jika digabungkan hukuman pidana penjara terhadapnya selama 27 tahun.
“Uang pengganti itu adalah jauh di atas harta kekayaan yang saya punya. Jadi bisa bayangkan, itu artinya otomatis saya dituntut oleh Kejaksaan 27 tahun,” cetusnya.
Nadiem menegaskan tuntutan 27 tahun penjara itu melebihi pelaku kriminal seperti pembunuh dan teroris. Padahal, ia mengklaim tidak ada kesalahan administratif dalam pengadaan laptop chromebook di Kemendikbudristek.
“Kenapa tuntutan saya lebih besar daripada pembunuh? Tuntutan saya lebih besar daripada teroris?” pungkasnya. (*)
Artikel Peluk Hangat Pengemudi Ojol usai Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara pertama kali tampil pada News.
Artikel Peluk Hangat Pengemudi Ojol usai Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara pertama kali tayang di batampos.co.id.